*Part I*
“Pelet Bayangan Sumpah Berdarah”

-Berikut ini adalah penelusuran saya secara pribadi dengan apa yang disebut tambang liring secara teori maupun supranatural, jadi jadikanlah hal ini wawasan tambahan, terimakasih-

Secara general tambang liring dikenal sebagai jimat pelet yang di buat oleh dalang di daerah banjar kalimantan selatan, azimat tersebut memiliki ciri khas dengan gambar pewayangan pewayangan, tetapi sebelumnya ada yang pernah tau gak barang ini ? iyak betul mas & mbak itu sebutannya TL serta kepanjangannya adalah Tambang Liring, TL itu adalah sujatinya sebuah rajahan, tetapi di implementasikan menurut kebudyaan setempat disana yaitu di kalimantan, jika contohnya layaknya rajah rajah ditanah jawa, yang terukir tertulis di kulit kijang, macan, buaya dan lain sebagainya, tetapi karena di jawa dari dulu itu terkenal akan adu sakti aja jadinya rajah di gunakan adalah keilmuan untuk biar sakti saling mengalahkan satu sama lain, berbeda dengan di tanah sana karena disana damai aman tidak begitu banyak perperangan atau daerahnya damai ditambah banyak cewe cantik cantik serta sulit di dapatkan karena mereka juga memiliki pegangan atau punya back up dari tetua adat, di tambah kekayaan alam yang tersembunyi banyak maka perlu kejayaan untuk menguasainya, hal tersebutlah membuat TL itu lahir.

Tambang Liring apakah ada yg dibikin dari darah bli?

Baiklah kita bahas secara dasar dulu sebelum masuk ke yang penggunan darah ya, TL semuanya di bikin yang asli pertama kali adalah dari kulit, ini informasi yang saya dapat dari alam, jdi TL itu di buat dengan menggunakan kulit, awalnya di gunakan kulit binatang, sampe akhirnya ada yang menggunakan ramuan kulit tambahan yaitu kulit manusia karena saking kelamnya magic disna, TL melewati masa masa kelamnya dengan berbagai bahan yang menentang alam tetapi powernya sangatlah powerfull, kemudian kembalilah oknum oknum seperti itu di tertibkan alias di habisi satu demi satu di dukung oleh tetua adat yang memang memiliki nama, jadi sebenarnya disna ada yang namanya sepertti dukun alias penyihir kepercayaan gitu mungkin orang kalimantan tau, tapi itu adalah seperti folks masyarakat saja tidak terpublikasikan, biasanya orang seperti itu di cari untuk di mintain bantuan oleh tetua adat, tetapi lambat laun para dalang dalang juga belajar ke mereka akhirnya punyalah ilmu pembuatan TL tersebut, jadi hingga sekarang yang pada umumnya atau yang TL itu adalah dalang yang buat padahal sujatinya ada sejarah besar di balik itu, lalu kemudian TL itu setelah di tertibkan kembali.menggunakan kulit, makin ksni makin hilang yang asli TL itu dan tergantikan oleh kain lalu tergantikan oleh kertas, semua bahan akan menjadi TL asli jika memang dalang yang membuat paternnya akan berbeda.

“Ilustrasi Tambang Liring Era Kuna”

patternnya akan sangat lengkap meliputi 7 dayang , arjuna , eyang semar , naga , kreta dll dalam satu untaian tambang liring

“Ilustrasi Tambang Liring Era Moderenisasi”

lalu masuk ke era modernisasi, terlihat jelas bukan perbedaannya yang kuno dengan setelah aslinya perkembangannya, jdi yang asli kuno itu semua mantra tulisan aksara itu adalah dasaran TL itu sendiri setelah di atas alas ntah itu kulit kertas dll, itulah knpa barang jaman bahela lebih joss banding yang sekarang.

****
2 naga melambangkan kejayaan , kewibawaan , kharismatik , penundukan secara luas atau areal.

****
7 dayang 7 dedari melambangkan asih asuh silih asah merangkul kaum hawa agar mereka merasa dekat dengan wanita juga mereka merasa nyaman karena mereka merasa beekumpul dengan kaumnya jadi kayak jebakan untuk kaum hawa.

****
eyang semar melambangkan sebuah kedaya linuih sakti luhur dan abadi membuat orang tersebut memiliki keabadian dalam harta tahta wanita.

****
ada perahu bersampan banyak biasanya atau kereta kencana berkuda bnyak , itu mengartikan bahwasanya agar dia yang membawa bisa menjadi jaya dan bnyak orang segan serta mengabdi kepadanya.

****
ada burung burungan biasanya warnanya berbeda beda itu mengartikan agar setiap apa yang di bicarakan di dengarkan serta diterima oleh banyak orang sekitar atau yang di ajak berbicara.

****
ada burung burungan biasanya warnanya berbeda beda itu mengartikan agar setiap apa yang di bicarakan di dengarkan serta diterima oleh banyak orang sekitar atau yang di ajak berbicara
.

****
biasanya ada gamabar kama jaya dan kama ratih yaitu sebuah sosok pewayangan layaknya rama dan sinta itu artinya agar membuat setiap lawan jenis yang di temui merasakan ingin bercengkrama dan mau atau bersedia dekat secara raga seperti orang memiliki hubungan suami istri.

****
ada sosok betara guru biasanya itu menandakan bahwa agar energy dari media ini dapat tertampung dengan sempurna menjadi satu dan di balut oleh aksara yang tertulis , sisanya adalah penambahan penambahan.

Demikian penjelasan dari prespektif saya pribadi dengan menelusuri dari kegaiban, artikel ini masih memiliki sambungnya karena akan membahas tentang darah pada tambang liring, jadi jangan lupa subcribe via email agar selalu dapat update artikel terbaik dari web ini, semoga artikel yang saya tulis ini dapat memberikan wawasan baru dan sebuah petunjuk, jangan lewatkan updatetan artikel setiap harinya dengan cara mensubcribe melalui email di pojok kiri bawah, saya mohon bantuannya untuk berkomentar maupun like serta share agar website ini lebih hidup, tiada terasa hidup jika bukan karena kebersamaan kita semuanya yang telah membaca artikel ini.

“Support terus website ini agar sang Mpu selalu update dengan cara like, comment, dan subcribe via email agar selalu update mengetahui wawasan yang baru muncul dalam website ini, Sekian artikel ini ditulis, semoga memberi manfaat dan pengetahuan bagi pembaca dan yang membutuhkan, jika dirasa artikel ini berguna dan menarik silahkan sebarkan dalam media sosial.”