Shalawat Rifa’iyah adalah salah satu bentuk shalawat atau doa yang dipanjatkan oleh umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat ini memiliki sejarah dan keutamaan tersendiri dalam tradisi Islam, dan sering diamalkan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Artikel ini akan membahas sejarah, fadilah, bacaan, dan pendapat ulama mengenai Shalawat Rifa’iyah secara mendalam.

Sejarah Shalawat Rifa’iyah
Shalawat Rifa’iyah dikenal sebagai shalawat yang berasal dari tarekat Rifa’iyah, salah satu tarekat sufi yang didirikan oleh Syaikh Ahmad al-Rifa’i pada abad ke-12 Masehi. Syaikh Ahmad al-Rifa’i merupakan seorang ulama sufi yang dikenal dengan ketakwaannya dan keahlian dalam ilmu tasawuf. Tarekat Rifa’iyah mengajarkan berbagai amalan spiritual dan doa, termasuk Shalawat Rifa’iyah.
Shalawat Rifa’iyah biasanya dibaca oleh pengikut tarekat Rifa’iyah dan umat Islam yang ingin mendapatkan keberkahan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Shalawat ini juga dikenal dengan nama “Shalawat al-Rifa’iyah” atau “Shalawat al-Syafi’iyah” di beberapa kalangan.
Bacaan Shalawat Rifa’iyah
Bacaan Shalawat Rifa’iyah dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، وصحبه وسلم، وبارك على سيدنا محمد، وعلى آل سيدنا محمد، وصحبه وسلم، وشرفه وكرمنا ببركته
Transliterasi Latin:
Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad, wa sahbihi wa sallim, wa barik 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad, wa sahbihi wa sallim, wa sharrafahu wa karrimna bibarakati
Artinya:
Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad, serta sahabat-sahabatnya dan berikanlah kesejahteraan. Dan berkahilah junjungan kami, Nabi Muhammad, dan keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad, serta sahabat-sahabatnya. Hormatilah beliau dan muliakanlah kami dengan berkahnya.
Fadilah dan Manfaat Shalawat Rifa’iyah
- Kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW: Shalawat Rifa’iyah dipercaya dapat mendekatkan seorang hamba kepada Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.
- Ketenangan dan Kedamaian: Banyak yang mengamalkan Shalawat Rifa’iyah merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hati. Doa ini dipercaya dapat menghilangkan kegelisahan dan memberikan ketentraman batin.
- Keberkahan dan Kebaikan: Mengamalkan shalawat ini juga dipercaya mendatangkan berbagai keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Peningkatan Spiritual: Shalawat Rifa’iyah dapat membantu meningkatkan kualitas spiritual seseorang dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Testimonial dan Pendapat Ulama
Para ulama dan tokoh agama dari berbagai kalangan memberikan berbagai pendapat mengenai Shalawat Rifa’iyah. Berikut adalah beberapa pendapat dan testimonial dari mereka:
- Syekh Ibrahim al-Rifa’i: Salah satu ulama terkenal dari tarekat Rifa’iyah, Syekh Ibrahim al-Rifa’i, menyebutkan bahwa shalawat ini memiliki keutamaan yang sangat besar dan merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Syekh Ahmad al-Rifa’i: Pendiri tarekat Rifa’iyah ini juga menekankan bahwa Shalawat Rifa’iyah merupakan bentuk penghormatan dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau mengajarkan kepada para muridnya untuk senantiasa mengamalkan shalawat ini sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.
- Ulama Kontemporer: Beberapa ulama kontemporer juga memberikan pengakuan terhadap manfaat spiritual dari Shalawat Rifa’iyah dan merekomendasikan untuk mengamalkannya dengan niat yang ikhlas.
Penutup
Shalawat Rifa’iyah adalah salah satu bentuk shalawat yang memiliki sejarah dan keutamaan yang mendalam dalam tradisi Islam. Mengamalkan shalawat ini dapat mendatangkan banyak manfaat spiritual dan duniawi bagi yang melakukannya. Dengan memahami sejarah dan manfaatnya, diharapkan umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad SAW dan meraih keberkahan dari Allah SWT.
“Semoga senantiasa dilimpahkan segala sesuatu kebaikan dunia akhirat untuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW serta seluruh keluarga, sahabat, keturunan, murid dan umat beliau, Aamiin Allahuma aamiin, Shallallah Ala Muhammad.”