Profil dan Sejarah
Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang dikenal sebagai Datuk Kalampayan, lahir pada 17 Maret 1710 di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau adalah ulama besar yang menjadi salah satu tokoh terkemuka dalam penyebaran Islam di Kalimantan dan wilayah sekitarnya. Ayahnya, Abdullah bin Abdurrahman, adalah seorang petani, sementara ibunya, Syarifah binti Abdurrahman, adalah keturunan Rasulullah SAW.

Sejak kecil, Syaikh Muhammad Arsyad menunjukkan kecerdasan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Pada usia tujuh tahun, beliau sudah memulai pendidikan agama, dan kemampuannya dalam membaca Al-Quran serta menguasai ilmu-ilmu agama membuatnya dikenal luas di kalangan masyarakat.
Pada usia 30 tahun, Syaikh Muhammad Arsyad dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studinya. Di sana, beliau berguru kepada beberapa ulama besar, termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al-Samman, seorang sufi terkenal. Setelah 30 tahun menuntut ilmu di Makkah dan Madinah, beliau kembali ke Banjar pada tahun 1772, membawa berbagai ilmu dan ijazah dari para gurunya untuk menyebarkan ajaran Islam.
Karomah Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Mengetahui Peristiwa Sebelum Terjadi: Syaikh Muhammad Arsyad dikenal memiliki kemampuan untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi. Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika beliau memberi tahu seorang muridnya tentang kejadian yang akan menimpa keluarga murid tersebut sebelum peristiwa itu terjadi.
- Menjaga Kesucian Hati dan Jiwa: Beliau dikenal sangat menjaga kesucian hati dan jiwa, sehingga mampu merasakan dan mengetahui hal-hal yang gaib. Dalam berbagai kesempatan, Syaikh Muhammad Arsyad memperlihatkan kemampuannya dalam melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.
- Menghidupkan Tanah Mati: Dikisahkan bahwa beliau pernah memohon kepada Allah SWT untuk menghidupkan kembali sebidang tanah yang tandus. Berkat doanya, tanah tersebut berubah menjadi subur dan menghasilkan tanaman yang melimpah.
- Mampu Menyembuhkan Penyakit: Syaikh Muhammad Arsyad juga dikenal memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit. Banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta doa dan pengobatan, dan banyak di antara mereka yang sembuh setelah mendapat berkah dari doanya.
Pendapat Orang Lain tentang Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Murid-murid dan masyarakat Banjar sangat menghormati dan mengagumi Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Mereka melihat beliau sebagai sosok ulama yang sangat berwibawa dan penuh kebijaksanaan. Salah seorang muridnya, Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari, menyebutnya sebagai “Lautan Ilmu” yang mampu memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam.
Syaikh Muhammad Arsyad juga diakui oleh para ulama di Tanah Hijaz sebagai seorang ulama besar yang memiliki pengetahuan luas dan kemampuan spiritual yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan dan ijazah yang diberikan oleh guru-gurunya di Makkah dan Madinah.
Wirid dan Ijazah Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari meninggalkan beberapa amalan yang dapat diamalkan oleh umat Islam hingga hari ini. Salah satu wirid yang beliau ijazahkan adalah membaca Surah Al-Fatihah sebanyak 100 kali setiap pagi setelah shalat Subuh, dengan niat memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
Selain itu, beliau juga mengajarkan wirid berikut:
- Membaca Istighfar 100 kali setiap hari untuk memohon ampunan dari Allah SWT.
- Membaca La ilaha illallah 100 kali setiap pagi untuk memperkuat tauhid dan keimanan.
- Membaca Salawat Nabi sebanyak-banyaknya sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Kutipan dari Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Salah satu kutipan terkenal dari Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah:
“Barangsiapa yang ingin mencapai kedekatan dengan Allah SWT, maka hendaklah ia memperbanyak ibadah dan memperbaiki akhlaknya. Hanya dengan hati yang bersih dan akhlak yang mulia, seseorang bisa meraih ridha-Nya.”
Dalil tentang Wali Allah dan Ciri-cirinya
Dalam Al-Quran dan hadith, terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang Wali Allah dan ciri-cirinya. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam Surat Yunus ayat 62-63:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63)
Hadith juga menjelaskan tentang ciri-ciri Wali Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya wali-wali Allah adalah mereka yang apabila dilihat, mengingatkan kita kepada Allah.” (HR. Ahmad)
Ciri-ciri Wali Allah yang dapat kita hubungkan dengan Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari meliputi keimanan yang kuat, ketakwaan yang tinggi, dan kemampuan untuk mengingatkan orang lain kepada Allah melalui akhlak dan perilakunya yang mulia. Syaikh Muhammad Arsyad tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama yang berilmu, tetapi juga sebagai seorang yang memiliki spiritualitas tinggi, yang menjadi panutan bagi umat Islam di Kalimantan dan sekitarnya.
“Semoga senantiasa dilimpahkan segala sesuatu kebaikan dunia akhirat untuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW serta seluruh keluarga, sahabat, keturunan, murid dan umat beliau, Aamiin Allahuma aamiin, Shallallah Ala Muhammad.”