1. Profil Singkat
KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Guru Sekumpul, lahir pada tanggal 11 Februari 1942 di Desa Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan salah satu ulama besar yang sangat dihormati di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Abah Guru Sekumpul adalah keturunan dari ulama besar Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, seorang tokoh ulama yang sangat berpengaruh di tanah Banjar.

Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai ulama yang sangat tawadhu, penuh kasih sayang, dan memiliki ilmu yang sangat mendalam tentang agama Islam. Sepanjang hidupnya, beliau mengabdikan diri untuk mendidik umat melalui pengajian-pengajian dan amalan-amalan yang beliau ajarkan. Beliau juga dikenal sebagai seorang wali Allah yang memiliki banyak karomah.
2. Sejarah Kehidupan
Sejak kecil, Abah Guru Sekumpul telah menunjukkan tanda-tanda kecerdasannya dalam memahami ilmu agama. Beliau memulai pendidikan agamanya di bawah bimbingan keluarga, terutama ayahnya, H. Abdul Ghani bin H. Muhammad Seman. Kemudian, beliau melanjutkan pendidikannya ke berbagai pesantren, baik di Kalimantan maupun di luar Kalimantan.
Beliau juga menimba ilmu dari banyak ulama terkenal, baik dalam negeri maupun dari Timur Tengah. Salah satu guru beliau yang paling berpengaruh adalah KH M. Sa’duddin bin Arif dari Bangil. Abah Guru Sekumpul sangat tekun dalam menuntut ilmu hingga akhirnya beliau dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki pengetahuan luas dalam berbagai disiplin ilmu agama, seperti tafsir, hadis, tasawuf, dan fiqh.
Karomah-Karomah KH Muhammad Zaini Abdul Ghani
Abah Guru Sekumpul dikenal memiliki banyak karomah yang diakui oleh banyak orang. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Kemampuan Melihat Masa Depan: Ada beberapa kesaksian dari murid-murid dan masyarakat yang menyatakan bahwa Abah Guru Sekumpul memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Misalnya, beliau pernah memberikan isyarat tentang kejadian-kejadian yang akan datang, dan ternyata benar-benar terjadi.
- Membaca Hati Orang: Beliau dikenal memiliki kemampuan untuk membaca hati dan niat orang yang datang kepadanya. Banyak yang merasa takjub ketika beliau mengungkapkan sesuatu yang hanya diketahui oleh orang tersebut.
- Keselamatan dari Bahaya: Ada beberapa kisah di mana beliau selamat dari situasi yang sangat berbahaya, seperti ketika beliau sedang melakukan perjalanan dan kendaraan yang beliau tumpangi terhindar dari kecelakaan dengan cara yang ajaib.
- Kharisma yang Memikat: Banyak orang yang merasakan aura karisma dan ketenangan yang sangat mendalam ketika berada di dekat Abah Guru Sekumpul. Bahkan, orang-orang yang hanya melihat beliau dari kejauhan merasakan kedamaian yang luar biasa.
4. Pendapat Orang Lain Tentang Abah Guru Sekumpul
Abah Guru Sekumpul sangat dihormati dan dikagumi oleh banyak orang, baik di kalangan ulama, pejabat, maupun masyarakat umum. Banyak yang menganggap beliau sebagai sosok wali Allah yang sangat dekat dengan-Nya. KH Maimun Zubair, seorang ulama besar dari Jawa, pernah berkata bahwa Abah Guru Sekumpul adalah salah satu wali Allah yang sangat dicintai oleh umat Islam.
Murid-murid beliau seringkali menyebutkan bahwa Abah Guru Sekumpul adalah sosok yang penuh kasih sayang, selalu memberikan nasihat yang lembut, dan tidak pernah meninggikan suaranya. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang sangat peduli dengan kesejahteraan umat, baik secara spiritual maupun sosial.
5. Wirid dan Amalan dari Abah Guru Sekumpul
Salah satu amalan yang sering dianjurkan oleh Abah Guru Sekumpul kepada para muridnya adalah membaca “Shalawat Nariyah” sebanyak 11 kali setiap selesai shalat fardhu. Beliau menjelaskan bahwa shalawat ini memiliki banyak keutamaan, termasuk memohon keselamatan dari segala mara bahaya dan keberkahan dalam rezeki.
Selain itu, beliau juga memberikan ijazah kepada murid-muridnya untuk mengamalkan wirid “Ya Hayyu Ya Qayyum” sebanyak mungkin setiap hari. Wirid ini dianjurkan untuk diamalkan guna memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6. Kutipan dari Abah Guru Sekumpul
Salah satu kutipan terkenal dari Abah Guru Sekumpul adalah:
“Jangan pernah merasa cukup dengan ibadah kita, karena kita tidak tahu apakah ibadah kita diterima oleh Allah. Namun, teruslah beribadah dan memohon ampunan-Nya, karena hanya dengan rahmat-Nya kita bisa selamat di dunia dan akhirat.”
7. Dalil dan Ciri-Ciri Wali Allah
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan ciri-ciri wali-Nya dalam surat Yunus ayat 62-63:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”
Dari ayat ini, dapat disimpulkan bahwa wali Allah adalah mereka yang memiliki keimanan yang kuat dan senantiasa bertakwa kepada-Nya. Ciri-ciri lain dari wali Allah adalah kedekatan mereka dengan Allah, ketenangan batin, serta kasih sayang yang besar kepada sesama manusia.
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, disebutkan juga bahwa:
“Barang siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan atasnya, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.”
Kedua dalil ini sangat relevan dengan kepribadian dan kehidupan Abah Guru Sekumpul yang dikenal sebagai sosok yang sangat beriman, bertakwa, dan penuh kasih sayang. Banyak yang meyakini bahwa beliau adalah salah satu wali Allah yang diberkahi dengan berbagai karomah dan keistimewaan.
“Semoga senantiasa dilimpahkan segala sesuatu kebaikan dunia akhirat untuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW serta seluruh keluarga, sahabat, keturunan, murid dan umat beliau, Aamiin Allahuma aamiin, Shallallah Ala Muhammad.”