Profil dan Sejarah
KH Dalhar Watucongol, atau yang lebih dikenal sebagai KH Dalhar, adalah seorang ulama besar yang lahir di desa Watucongol, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Beliau adalah salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam dunia pesantren di Indonesia, khususnya di Jawa. KH Dalhar merupakan pendiri Pondok Pesantren Watucongol, yang hingga kini masih menjadi pusat pendidikan Islam dan tempat menimba ilmu bagi santri dari berbagai daerah.

KH Dalhar lahir pada tahun 1870 M dengan nama kecil Muhammad Dalhar. Beliau adalah putra dari Kiai Khasan Munawwir, seorang ulama terkemuka di masanya. Dari garis keturunan ini, terlihat bahwa KH Dalhar telah mewarisi darah ulama dari kedua orang tuanya, yang membentuk beliau menjadi seorang ulama besar.
Sejak kecil, KH Dalhar telah menunjukkan ketekunan dan keseriusan dalam menuntut ilmu agama. Beliau menimba ilmu di berbagai pesantren di Jawa, termasuk di Pondok Pesantren Termas, Pacitan, yang pada masa itu dipimpin oleh KH Dimyathi, ulama besar yang sangat dihormati. Setelah menyelesaikan pendidikannya di berbagai pesantren, KH Dalhar melanjutkan pengembaraan ilmunya dengan menunaikan ibadah haji dan belajar di Makkah selama bertahun-tahun.
Di Makkah, KH Dalhar berguru kepada ulama-ulama besar seperti Syaikh Mahfudz at-Tarmasi dan Syaikh Nawawi al-Bantani. Beliau mendalami berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu fiqih, hadits, tafsir, dan tasawuf. Setelah kembali ke Indonesia, KH Dalhar meneruskan tradisi keilmuan dan spiritualitas yang beliau dapatkan dari para gurunya dengan mendirikan Pondok Pesantren Watucongol.
Karomah KH Dalhar Watucongol
- Kemampuan Menyembuhkan Penyakit
Salah satu karomah KH Dalhar yang terkenal adalah kemampuan beliau dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Banyak orang yang datang kepada beliau untuk meminta doa kesembuhan, dan dengan izin Allah, mereka sembuh dari penyakit yang diderita. - Menghilangkan Musibah
Diceritakan bahwa KH Dalhar pernah berdoa agar suatu wilayah terhindar dari bencana alam. Dengan karomahnya, daerah tersebut selamat dari bencana yang mengancam. - Kedekatan dengan Allah
KH Dalhar dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki kedekatan luar biasa dengan Allah. Ini terlihat dari kekhusyukan beliau dalam beribadah dan pengaruh spiritual yang besar yang dirasakan oleh murid-murid dan orang-orang di sekitarnya.
Pendapat Orang Lain tentang KH Dalhar
Banyak ulama dan tokoh masyarakat yang memuji kepribadian dan keilmuan KH Dalhar. KH Dalhar dikenal sebagai sosok yang rendah hati, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Meskipun memiliki karomah, beliau selalu mengajarkan kepada murid-muridnya untuk tidak bergantung pada karomah, tetapi untuk terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ikhlas.
KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, pernah menyatakan bahwa KH Dalhar adalah salah satu ulama yang memiliki kedalaman ilmu dan keikhlasan yang luar biasa. Beliau juga dikenal sebagai seorang yang sangat disiplin dalam menjaga amalan-amalan wajib dan sunnah.
Wirid atau Ijazahan Amalan dari KH Dalhar
Salah satu wirid yang diajarkan oleh KH Dalhar adalah dzikir sederhana namun penuh makna, yaitu membaca “Laa ilaaha illallah” sebanyak 100 kali setiap hari. Amalan ini diajarkan untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kutipan dari KH Dalhar
Salah satu kata-kata bijak dari KH Dalhar yang sering diingat oleh murid-muridnya adalah:
“Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat. Maka, jauhilah segala bentuk kemaksiatan dan dekatkan dirimu kepada Allah dengan hati yang bersih.”
Dalil tentang Wali Allah dalam Al-Qur’an dan Hadits
Al-Qur’an dan hadits memberikan gambaran tentang siapa itu Wali Allah dan apa saja ciri-ciri mereka. Salah satu ayat yang sering dikaitkan dengan para wali Allah adalah dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 62-63:
“Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS Yunus: 62-63).
Dari ayat ini, ciri-ciri wali Allah adalah mereka yang memiliki keimanan yang kuat dan selalu bertakwa. Mereka hidup dengan penuh keyakinan kepada Allah dan menjalani hidup mereka dengan selalu mengikuti ajaran-Nya.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari).
Hadits ini menjelaskan bahwa wali Allah adalah mereka yang sangat dekat dengan Allah, yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui amalan-amalan wajib dan sunnah. KH Dalhar adalah salah satu contoh nyata dari ciri-ciri ini, di mana beliau menjalani hidupnya dengan penuh ketakwaan dan keikhlasan, sehingga mendapatkan karomah dari Allah sebagai tanda kedekatan beliau dengan-Nya.
“Semoga senantiasa dilimpahkan segala sesuatu kebaikan dunia akhirat untuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW serta seluruh keluarga, sahabat, keturunan, murid dan umat beliau, Aamiin Allahuma aamiin, Shallallah Ala Muhammad.”