Profil dan Sejarah
KH Abdul Hamid Pasuruan, atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Hamid, merupakan salah satu ulama besar di Indonesia yang memiliki pengaruh yang sangat besar, khususnya di wilayah Jawa Timur. Beliau lahir pada tahun 1914 di Desa Sumber, Probolinggo, Jawa Timur. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan dan kesalehan yang luar biasa. Dalam kehidupan sehari-hari, Mbah Hamid dikenal sebagai sosok yang sangat tawadhu, penuh kasih sayang, dan memiliki pemahaman agama yang sangat mendalam.

Pendidikan agama beliau dimulai di pondok pesantren yang dipimpin oleh ayahnya sendiri, yang juga merupakan seorang kiai terkenal. Setelah menimba ilmu di pesantren tersebut, Mbah Hamid melanjutkan pendidikannya ke berbagai pesantren lain di Jawa Timur, termasuk di Pesantren Tremas, Pacitan, dan Pesantren Tebuireng, Jombang. Di Tebuireng, beliau berguru langsung kepada KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Karomah KH Abdul Hamid Pasuruan
KH Abdul Hamid Pasuruan dikenal memiliki berbagai karomah yang membuatnya dihormati dan dikagumi oleh banyak orang. Berikut adalah beberapa karomah yang beliau miliki:
- Mendoakan Orang Sakit: Salah satu karomah yang sangat dikenal adalah kemampuan beliau untuk mendoakan orang sakit. Banyak kesaksian dari orang-orang yang sembuh dari penyakit berat setelah didoakan oleh Mbah Hamid. Hal ini semakin menegaskan keyakinan masyarakat bahwa beliau adalah seorang wali Allah yang doanya mustajab.
- Menyembuhkan Mata Buta: Ada sebuah kisah di mana seorang anak yang buta sejak lahir datang kepada Mbah Hamid. Dengan izin Allah, setelah didoakan oleh beliau, anak tersebut dapat melihat kembali. Kejadian ini membuat masyarakat semakin yakin akan keistimewaan yang dimiliki oleh Mbah Hamid.
- Memperkirakan Waktu dengan Tepat: Mbah Hamid dikenal memiliki kemampuan untuk mengetahui waktu dengan sangat tepat tanpa melihat jam atau alat penunjuk waktu lainnya. Hal ini sering terbukti ketika beliau memimpin shalat atau menghadiri acara-acara penting.
- Menyelamatkan dari Bahaya: Ada banyak cerita tentang bagaimana Mbah Hamid mampu menyelamatkan orang dari bahaya atau bencana yang akan datang. Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika beliau memperingatkan seorang santri untuk tidak pergi ke suatu tempat karena akan terjadi kecelakaan, dan ternyata benar terjadi kecelakaan di tempat tersebut.
- Mengenal Masa Depan: Mbah Hamid juga dikenal memiliki kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Beliau sering memberikan nasihat atau peringatan kepada orang-orang di sekitarnya tentang kejadian-kejadian yang akan datang, dan banyak dari peringatan tersebut yang terbukti benar.
Pendapat Orang Lain tentang KH Abdul Hamid Pasuruan
Banyak ulama, santri, dan masyarakat umum yang memberikan kesaksian tentang ketinggian ilmu dan akhlak KH Abdul Hamid Pasuruan. Beliau dikenal sebagai ulama yang sangat tawadhu dan tidak pernah memamerkan karomah atau kelebihan yang beliau miliki. Salah satu murid beliau, KH Maimun Zubair, pernah mengatakan bahwa Mbah Hamid adalah contoh ulama yang sangat ikhlas dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus juga pernah menyatakan bahwa KH Abdul Hamid Pasuruan adalah seorang ulama yang sangat dihormati oleh banyak kalangan, bukan hanya karena ilmunya yang tinggi, tetapi juga karena akhlaknya yang mulia. Gus Mus menekankan bahwa keberkahan hidup beliau adalah hasil dari keikhlasan dan ketulusan dalam beribadah dan melayani umat.
Wirid atau Ijazah Amalan dari KH Abdul Hamid Pasuruan
Salah satu amalan yang sering diajarkan oleh KH Abdul Hamid Pasuruan kepada murid-muridnya adalah membaca Shalawat Nariyah sebanyak 4444 kali untuk memohon pertolongan Allah dalam menghadapi masalah-masalah besar. Beliau juga sering mengajarkan untuk membaca Surah Al-Fatihah secara rutin, dengan niat memohon keselamatan dan keberkahan hidup.
Selain itu, Mbah Hamid juga memberikan ijazah untuk membaca Wirid Yasin setiap malam Jumat, yang dipercaya dapat mendatangkan berbagai kemudahan dan keberkahan dalam hidup. Amalan ini menjadi salah satu warisan spiritual yang hingga kini masih diamalkan oleh banyak murid dan masyarakat yang mengenal beliau.
Kutipan Kata-Kata KH Abdul Hamid Pasuruan
KH Abdul Hamid Pasuruan dikenal sebagai seorang ulama yang bijaksana dan penuh hikmah. Salah satu kutipan terkenal dari beliau adalah:
“Kita ini manusia lemah, tidak ada daya upaya tanpa pertolongan Allah. Jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki, karena semuanya hanya titipan dari Allah. Dekatkan diri kita kepada-Nya, maka Dia akan mendekat kepada kita.”
Kata-kata ini mencerminkan ketawadhuan dan kesadaran beliau akan hakikat manusia sebagai makhluk yang lemah tanpa pertolongan Allah.
Dalil Tentang Wali Allah dalam Al-Quran dan Hadits
Al-Quran menyebutkan tentang ciri-ciri wali Allah dalam beberapa ayat, di antaranya adalah:
- QS Yunus (10): 62-63:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”
Ayat ini menunjukkan bahwa wali Allah adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat dan senantiasa bertakwa kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Allah dan selalu mendapat perlindungan serta keberkahan dari-Nya.
- Hadits Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya wali-wali-Ku adalah orang-orang yang apabila dipandang oleh orang lain, maka orang tersebut akan teringat kepada Allah.” (HR. Al-Hakim)
Hadits ini menegaskan bahwa wali Allah adalah orang yang keberadaannya selalu mengingatkan orang lain kepada Allah. Keberadaan mereka menjadi tanda keberkahan dan ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya.
KH Abdul Hamid Pasuruan adalah contoh nyata dari ciri-ciri wali Allah tersebut. Kehidupannya yang penuh dengan ibadah, kesalehan, dan ketawadhuan membuat banyak orang terinspirasi dan merasa dekat dengan Allah ketika berada di sekitarnya. Warisan spiritual yang beliau tinggalkan, baik berupa ilmu, amalan, maupun keteladanan hidup, terus menjadi sumber keberkahan bagi umat Islam hingga saat ini.
“Semoga senantiasa dilimpahkan segala sesuatu kebaikan dunia akhirat untuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW serta seluruh keluarga, sahabat, keturunan, murid dan umat beliau, Aamiin Allahuma aamiin, Shallallah Ala Muhammad.”