Mungkin ada beberpa orang yang memiliki pemahaman bahwa fir’aun adalah seorang sosok manusia yang bernama fir’aun, tetapi agar kita semua mengetahui bahwa hal tersebut bukanlah sebuah sesuatu hal yang negatif, sealama ini mungkin saja itu langsung terbesit presepsi negatif, padahal sebenarnya fir’aun sendiri berarti sebuah pejabat atau jika jaman dahulu di negeri kita adalah raja, sebelum menggunakan nama fir’aun raja raja mesir kuno menggunakan gelar pharaoh, tetapi hanya beberpa manusia yang memegang gelar tersebut memiliki prilaku dan sifat buruk semuanya tercentralisasikan kepada stigma buruk.

“Fir’aun terkuat musuh Nabi Musa”

Setiap jaman pada areal itu memiliki raja raja alias fir’aun yang banyak dan beragam tetapi yang menjadi musuh nabi musa adalah Fir’aun Ramses II merupakan Fir’aun pada Dinasti 19 yang berkuasa di Mesir pada 1279 sampai 1213 Sebelum Masehi. Fir’aun ini diyakini sebagai Fir’aun paling kuat dalam Kerajaan Mesir pada masanya (iya iyalah semuanya juga akan menjadi paling kuat ketika memimpin pada masanya), Fir’aun Ramses II memimpin pasukan Mesir dalam pertarungan Kadesh yang legendaris melawan Raja Het Mutawalli II (yang menjadi nantinya Ottoman Empire) pada 1274 Sebelum Masehi. Pertarungan ini berakhir imbang dan berujung perjanjian perdamaian antara dua kekaisaran besar pada zaman itu, nah si Fir’aun Ramses II adalah musuh terkuat dari nabu musa.

“Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan”

Seperti data di atas bahwa Raja Remses II itu adalah musuh terkuat dari Nabu Musa, tetapi sebenarnya yang bermasalah bukanlah sang raja, tetapi anak dari raja tersebut yang mengaku menjadi sebagai tuhan, sujatinya Raja atau Fir’aun Remses II adalah sosok raja yang baik dan sungguh berwibawa serta adil kepada seluruh rakyatnya, karena menurut sejarah, Firaun di masa Nabi Musa adalah Minephtah (1232-1224 SM) yang kalian tidak ketahui hubungannya ia itu adalah anak dari Fir’aun Remses II yang ia memerintah selama 68 tahun pada 1304-1237 SM, dia memerintah 68 tahun dari umur berapa kah dia menjabat ?? tidak seperti itu analoginya, orang pada masa saat itu bisa hidup sampai 100 – 150 tahun sangat berbeda dari manusia pada jaman sekarang ini yang kita lihat sekeliling kita, Fir’aun Minephtah itu dikenal sebagai raja yang sangat kejam. Dialah yang menentang Nabi Musa dan mengaku sebagai tuhan.

“Fir’aun itu artinya apa sih ?”

Firaun diyakini berasal dari kata Ibrani Paroh, makanya di awal saya mengakatan bahwa sebelum nama jabatan raja raja ini menjadi fir’aun ia menggunakan nama pharaoh, kata Ibrani aslinya berasal dari bahasa Mesir Pr-Aa yang artinya adalah “Rumah Besar”, awalnya adalah istilah untuk istana kerajaan, tetapi lama-lama artinya adalah penghuni istana ini, kemudian setelah itu nama tersebut untuk melebelkan seorang yang menjabat berkuasa pada masa itu yaitu sang raja.

“Ilustrasi Firaun”

“Kenapa Fir’aun dimumikan?”

Mengapa orang yang sudah meninggal tubuhnya mesti diawetkan?, menurut legenda, bangsa Mesir kuno percaya bahwa jiwa atau roh orang yang sudah meninggal suatu hari akan kembali lagi ke dunia, karena itu, tubuh mereka diawetkan agar jiwa yang akan kembali itu dapat menempati tubuhnya yang telah ditinggalkan dulu, sebelumnya kita sudah membahas kitab mesir kuno yang saya jelaskan, nah mereka dahulu mempercayai hal itu yang dimana nanti jiwa akan kembali kepada tubuh fisik ini, maka dari itu semua raja menyimpan mayat mereka dengan teknologi yang mereka miliki untuk mengawetkan tubuhnya, padahal presepsinya salah dalam memahami kembalinya jiwa kepada tubuh fisik ini, padahal di artikel sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa maksud dari mendapatkan tubuh fisik yang lain, Teknologi yang digunakan pada masa Firaun sangat termasuk maju karena mayat yang diawetkan bisa bertahan sampai ratusan, bahkan ribuan tahun, salah satu mumi Fir’aun yang terkenal dan bertahan sampai sekarang adalah Tuthankhamen (King Tut) yang ditemukan oleh Howard Carter pada tahun 1922 di dekat makam Ramses VI di Mesir, Ramses IV berarti setelah di tenggelamkan oleh bencana keturunan Ramses II karena mengaku menjadi tuhan Ramses III digantikan oleh keturunan yang lainnya dan berjalan dengan damai seperti pendahulunya.

“Fir’aun tidak semua laki laki”

Fir’aun tidak semuanya laki laki yang pernah tercatat dalam sejarah ada beberapa wanita yang menjadi pemimpin mesir kuno, yaitu :

“Ilustri Fir’aun Wanita”

Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemy penguasa Mesir Kuno mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia.

Nefertiti dikenal sebagai penguasa Sungai Nil dan putri para dewa, Nefertiti memiliki kekuasaan penuh pada masanya dan diyakini memiliki status yang sama dengan Fir’aun sendiri (Raja). Nafertiti awalnya merupakan seorang istri dari Fir’aun bernama Akhenaten. Namun setelah suaminya meninggal dunia, Nefertiti memegang kekuasaan itu sementara waktu sebelum ada Firaun baru bernama Tutankhamun naik tahta dan memerintah Mesir kuno dengan sangat hebat.

Ratu Hatshepsut adalah Firaun ke-5 dari Dinasti ke-8 yang memerintah di zaman Mesir Kuno. Para ilmuwan banyak menanggap Ratu Hatshepsut merupakan seorang Firaun wanita yang paling sukses di Mesir karena masa jabatannya paling lama daripada wanita penguasa manapun.

Sobekneferu sebagai Firaun wanita paling sukses. Ia memerintah pada Dinasti ke-18 mulai tahun 1473 Sebelum Masehi. Sobekneferu memerintah Mesir sekitar empat tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Firaun pria lain yang masih memiliki darah dari Amenemhat III.

Twosret adalah Firaun terakhir dari Dinasti ke-19 Mesir. Ia dikenal juga dengan nama Site Meryamun atau yang memiliki arti “Putri tercinta dewa Amun (dewa Mesir)”.

Sekian artikel kali ini, mari kita bangkitkan kejayaan negeri ini dengan membuka pengetahuan yang tertutup selama ini, leluhur kita pernah menjadi penguasa asia, betapa luhur dan hebatnya leluhur kita, mari kita menambah wawasan dan selalu dekatkan diri kepada sang pencipta agar semuanya tampak jelas bukan karena katanya yang di bodohi untuk menutup sesuatu kepentingan dan lain hal.

“Support terus website ini agar sang Mpu selalu update dengan cara like, comment, dan subcribe via email agar selalu update mengetahui wawasan yang baru muncul dalam website ini, Sekian artikel ini ditulis, semoga memberi manfaat dan pengetahuan bagi pembaca serta yang membutuhkan, jika dirasa artikel ini berguna dan menarik silahkan sebarkan dalam media sosial.”