Selamat pagi mas dan mbak, semoga senantiasa sehat ya dan disini saya ingin membagikan sebuah cerita sedikit untuk hari yang dimana mempersiapkan hari jumat besok, suatu hari ada yang bertanya kepada saya dengan penuh rasa keingin tahuan tetapi setelah mendapatkan jawabannya sang penanya malah menghilang karena kesiapannya dalam membuka pikirannya dan menerima masukan belum siap, jadi siapkan diri para sahabat untuk menerima wawasan baru ya, begini ceritanya :

S : bli kenapa kok rezeki saya seret banget ya bli ?.
B : seret bagaimana maksudnya mas ?.
S : iya bli susah banget saya dapet rezeki, selalu kekurangan gini gitu gak bisa, pas lamar kerja ditolak, pas nyari jualan gak ada yang beli, saya selalu usaha terus bli tapi gak ada hasilnya, malah rugi terus jadinya.
B : sebentar mas, menurut mas rezeki itu apa ?.
S : ya saya gak muluk muluk bli buat memenuhi kebutuhan saya dan ibu saya saja sudah sangat berlimpah rezekinya bli menurut saya.
B : sebantar mas, ibunya mas umurnya udah berapa ?.
S : udah 50tahunan bli beliau.
B : lalu apa yang di kerjakan beliau sehari hari mas ? apakah beliau sehat ?.
S : alhamdulilah sehat bli ibu saya, ibu saya kerja serabutan juga bli sama kayak saya mencari rejeki buat penghidupan sehari hari, lalu gimana caranya biar saya dapet rezeki banyak bli ?.
B : kalo dapet uang gunakan sedikit lalu di hamburkan mas.
S : maksudnya gimana itu bli ?.
B : iya misalkan dapet 10 mas pakek 2 dan 8nya di hamburkan mas.
S : loh kok malah di hamburkan bli kan saya susah dapetnya ?.
B : iya mas dihamburkan itu tujuannya untuk memiskinkan diri terlebih dahulu, agar mind set berubah bahwa rezeki itu tidak sekedar uang, jadi hamburkanlah dengan sedekah dan menjadi miskin di jalan tuhan.
S : oke bli.

“Ilustrasi Rezeki”

Kadang jawaban ok atau baik belum tentu memahami konteks yang sudah di jelaskan karena setiap orang akan menggunakan prespektifnya masing masing dalam menganalisa atau mencerna sebuah hal seperti di atas, seperti yang kita tahu bahwa rejeki itu tidak sekedar harta kekayaan yang ada di dunia ini, nyawa kita, nafas kita, mata kita bisa melihat , hidung kita bisa ginukan bernafas, tulang kita masih baik baik saja, darah kita masih mengalir, saraf kita masih normal berfungsi, kulit kita masih baik baik saja, telinga kita masih bisa mendengar, kita masih bisa minum air, kita masih bisa makan, masih bisa berjalan, masih bisa berbicara, keluarga masih utuh, ayah dan ibu masih hidup, saudara masih hidup, dan lain sebagainya, sebenarnya menurut saya kenapa kita terjebak dari pemikiran akan kekurangan karena kita tidak bisa melihat kelebihan dan bersyukur dengan apa yang ada sekarang, sekarang saja tidak bisa bersyuukur apalagi nanti kalo di kasik lebih ? apakah anda sehat, bersyukurlah dengan hal yang kecil terlebih dahulu maka kita akan dapat bersyukur dengan hal yang lebih besar, sekarang saya akan mengajarkan sahabat untuk mendapatkan suatu hal jika menginginkannya, dulu ketika saya kecil saya melihat orang yang minta minta ataupun kurang mampun dengan tatapan pertanyaan (kenapa mereka demikian, kenapa mereka gak gini,kenapa mereka gak gitu dan lain sebagainya) ternyata itu adalah pengaruh energy negatif dari sekitar kita yang mendekat kepada kita agar kita tidak berbuat sesuatu apapa saat ada kejadian tersebut, akan ada suara kecil yang kita anggap bagian dari pikiran atau hati kita yang berkata, nanti ini, eh itu , eh kalo, kalo gini, kalo gitu, kalo ini, kalo itu dan lain sebagainya.

“Ilustrasi Rezeki”

Seiring berjalannya waktu ada gangguan yang lebih besar yaitu larangan untuk memberi, jangan memberikan kepada orang seperti itu bla bla bla panjang lebar dengan semua alasan dari orang sekitar yang merasa mereka mengetahui apa yang mereka ucapkan, padahal itu hanyalah distraction atau pengalihan dengan apa yang kita akan dapatkan dikemudian hari, kenapa demikian ? karena setiap dulu saya berdoa menginginkan sesuatu seminggu sebelumnya akan ada hal seperti orang kurang mampu dan yang minta minta ataupun yang membutuhkan pertolongan yang memang bisa kita lakukan selama seminggu tersebut, saya abaikan dan saya tidak mendapatkan apapun yang saya inginkan, tetapi ketika saya mengetahui bahwa saya harus bertindak sebaliknya waktu itu lagi ngetrend jaman dimana anak anak kecil bermain tamiya yaitu sebuah mobil mainan kecil dengan dynamo dan dua buah baterai di dalam body plastik mobil tersebut, di dekat rumah saya terdapat toko yang sangat besar dan disana terdapat lintasan balap mobil mainan tersebut, beberpa hari setiap saya kesana untuk ikut berbelanja kebutuhan sehari hari kemudian saya akan berdiam diri terlebih dahulu membiarkan ibu saya masuk ke toko tersebut dan saya hanya bisa menonton dan melihat kecepatan mobil mobil tersebut melaju di lintasan yang besar serta panjang dan kemeriahan demi kemeriahan di warnai tawa canda ketika salah satu dari lima pemilik mobil memenangkan balapan tersebut, saya lalu menyusul ibu masuk kedalam toko tersebut sekali lagi dan lagi saya melihat mobil tamiya yang harganya cukup mahal dan model terbaru kelas itu yang paling tercepat di era tersebut tetapi saya hanya bisa terdiam menatap dan membayangkan itu bisa menjadi milik saya, tetapi karena saya sudah mengetahui formulanya maka saya coba terapkan yaitu dengan melakukan kebalikan dari formula sebelumnya, ke esokan harinya berturut turut dalam seminggu saya melihat tetanga rumah menyapu saya membantu, saya melihat orang membawa beban berat saya membantu, ketika saya punya uang jajan lebih di sekolah saya bagi kepada teman teman, ketika ibu pulang kerja saya pijat kaki dan tangannya, ketika ayah pulang saya ambilkan segelas air putih, ketika ada orang membutuhkan sesuatu saya paling pertama mengajukan diri, ketika melihat orang suasah atau yang meminta minta saya meminjam uang ayah atau ibu saya dan ke esokan harinya di potong dengan bekal saya yang waktu itu hanyalah dua ribu rupiah jadi saya meminta seribu dengan nominal pecahan lima ratus dua buah, hari demi hari berlalu hingga tiba tiba ayah saya membawakan sebuah tamiya yang yang tidak pernah saya lihat bentuknya tidak seperti biasanya dan warnnya tidak seperti biasanya karena saking senangnya saya bawa ke arena track mobil balap tersebut dan mencobanya dengan anak anak disana dan wuss tamiya yang saya miliki kecepatannya lima kali lipat dari milik mereka dengan suara yang tidak berisik seperti yang lainnya, ketika saya pulang saya bertanya, bapak dari mana dapat ini ? ooh itu bapak tadi di kenalkan oleh teman bapak dengan tamu jepang dan dia memberikan itu sebagai hadiah untuk anak bapak model tamiya terbaru untuk kejuaraan kejuaraan se yang dimana ini hanyalah prototypenya saja katanya tamu tersebut, jadi bapak janjian dengan tamu jepang dan teman bapak ? tidak tadi bapak tidak sengaja ketemu di tempat makan dan itu teman lama bapak waktu sekolah dulu.

“Ilustrasi Rezeki”

Dipikiran saya semua orang orang yang telah saya bantulah nantinya akan membelikan saya sebuah hal yang saya tunggu tunggu tersebut karena doa yang saya panjatkan, ternyata bukan ibu saya, bukan ayah saya, bukan tetangga saya, bukan orang yang meminta minta itu, bukan orang yang kesusahan itu, bukan teman teman saya di sekolah tetapi orang yang entah berantah darimana datangnya saya tidak tau silsilah orang tersebut  yang dimana dia adalah tamu dari teman bapak saya dan memberikannya untuk saya yang dimana ketidak sengajaan antara bapak saya dan temannya serta tamu itu bertemu, ketika saya berdoa menyerahkan kepada Tuhan dan melakukan yang terbaik ternyata setiap usaha saya, bukan diberikan yang saya inginkan malah melebihi dari yang saya inginkan dan diluar jangkauan pikiran saya yang saya miliki ini, jadi para sahabat begitulah cerita saya bagaimana tentang belajar mendapatkan sesuatu atas ijin dan kuasaNya, mungkin ini tidak di ketahui banyak orang makanya kenapa ada yang hidupnya melarat makin melarat ada yang kaya makin kaya, karena mereka memahami prinsip dan pembelajaran ini dengan pengalaman yang berbeda beda, semoga pelajaran saya dapat menjadikan pelajaran bagi para sahabat semuanya, semua tidak akan terjadi ketika kita tidak mau berusaha dan mulai berfikir apa yang salah, kenapa mereka bisa dan kita tidak bisa, apa yang mereka lakukan sehingga bisa dan apa yang harus saya perbuat agar bisa seperti itu, akhir kata dari saya

“berikan sesuatu sebelum kita diberikan”

“Ilustrasi Rezeki”

”Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, se­­sungguhnya janji Allah itu benar, tetapi ke­ba­nyakan mereka tidak menge­ta­hui(nya).” 
[QS. Yunus : 55]

”Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada­­ di la­ngit dan apa yang ada di bumi se­mua­nya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesung­guhnya pada yang demikian itu benar-benar ter­dapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” 
[QS. Al-Jaatsiyyah : 13].

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
[QS. Al Baqarah : 195].

”Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki dan menyempitkannya bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya ? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman” 
[QS. Az-Zumar : 52].

”Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
—-Amsal 11:25.—-

“Support terus website ini agar sang Mpu selalu update dengan cara like, comment, dan subcribe via email agar selalu update mengetahui wawasan yang baru muncul dalam website ini, Sekian artikel ini ditulis, semoga memberi manfaat dan pengetahuan bagi pembaca dan yang membutuhkan, jika dirasa artikel ini berguna dan menarik silahkan sebarkan dalam media sosial.”