Saya menyebutnya sebagai kitab pharaoh karena kitab ini adalah sebuah kitab kematian, yang menjelaskan tentang alur dari kematian seorang manusia dari ketika ia di kuburkan hingga bertemeu dengan penguasa alam bawah, kitab ini tidak memiliki nama khusus dulunya dibuat oleh penguasa kerajaan yang ada di mesir untuk tujuan agar rakyatnya lebih bijak dalam bertindak agar menghindari sesuatu hal yang buruk alias tidak berbuat kejahatan.

Sebuah cerita kehidupan setelah kematian

semuanya di buat hanya untuk sebuah perumpamaan pada jamannya, ketika sang raja ingin mengatur kehidupan masyarakatnya agar menjadi lebih baik dan lepas dari hal hal negatif yang ada di dunia ini, termasuk yang tertulis dalam sebuah certia yang semua mendiang yang meninggalkan dunia ini akan kembali hidup dan berada pada padang pasir yang tandus tanpa ada air sedikitpun kemudian melalui untuk melakukan penimbangan perbuatan baik dan buruk, kitab tersebut di buat oleh pharaoh untuk kepentingan agar manusia lebih memilih melakukan prihal yang baik daripada hal yang buruk.

RV NV PRT M HRV

Begitulah nama kitab yang di tulis dengan huruf mesir kuno hieroglyph jika di artikan yang dimana saya mencari tahu secara goibiah keturunan terakhir dari pembuat kitab ini adalah yang membangun Sfinks Agung di Giza, dia adalah keturunan langsung yang terakhir dari yang disebut leluhur agung mesir, saya cari tahu bahwa leluhur agung itu terdapat tiga, seperti trinitas tetapi nampaknya berbeda, karena saya tidak begitu fokus dalam menelusuri hal tersebut, saya lebih tertarik dengan kitab kehidupan kematian yang memiliki nama di atas tersebut, dan pada jamannya kitab ajaran ini dijadikan agama dan termasuk salah satu agama besar di mesir.

“Ilustrasi Sfink”

Dalam kitab tersebut menjelaskan banyak tahapan yang dimana menjelaskan tentang kehidupan setelah kematian yang di awali dengan manusia yang meninggal memasuki makam dan turun kedunia bawah, dan mendapatkan wujud fisik gobiah yang dimana dia dapat bertindak dan berbicara ataupun beraktifitas di alam bawah, dan tujuannya adalah untuk agar setiap manusia yang meninggal agar dapat menjawab pertanyaan pertanyaan penjaga gerbang neraka, kemudian menjelaskan tentang para dewa mesir berserta asal mereka, ketika mengalami kematian mereka akan berjalan melewati tujuh pintu gerbang dan diantara ketujuh gerbang tersebut terdapat dua puluh satu portal yang menghubungkan kepada sosok etinitas tinggi para dewa dewi yang setiap portalnya di jaga oleh beberapa sosok dan satu sosok yang memimpin dengan bentuk dan rupa yang berbeda beda dan ada yang menyeramkan juga, arti dari tujuh pintu tersebut adalah tentang kembali kepada kehidupan kembali atau swargaloka yang dimana lahir kembali dengan matahari ataupun mendapatkan tempat di neraka untuk menebus perlakuan yang tidak layak dan memiliki dosa dosa yang besar.

“Melintasi langit menuju tahapan swargaloka”

Bagi jiwa manusia yang terberkati iya akan melewati langit diatas tempat penyimpanan matahari dan pada malam hari waktu setempat alias waktu di alam sana, jiwa manusia tersebut akan melakukan perjalanan kembali turun kedunia goibiah itu untuk bertemu sang penentu yang dimana pada kitab ini disebutkan ia adalah osiris, setelah bertemu dan membuktikan kebenaran kebenaran yang jiwa itu bawa seperti kekuasaan yang ada di alam semesta sebagai salah satu dewa, sebagai pelindung yang dimana analoginya sama seperti sebuah jimat, menyediakan makanan layaknya seperti pembawa berkah bagi yang perlu, dan sesuatu hal hal yang penting.

“Neraka yang ditiadakan”

Dalam kitab ini sebenarnya tidak terdapat analogi penyiksaan neraka seperti yang kita ketahui untuk orang orang yang tidak mendapatkan berkat, tetapi semuanya itu di ganti dengan rintangan atau hambatan atau cobaan dalam berjalan melewati tujuh pintu gerbang dan dua puluh satu portal yang ada pada dimensi tersebut, yang dimana nantinya akan menjadi sebagai penimbang untuk jantung yang apakah akan lebih berat dari sebuah bulu burung unta atau perhiasan rambut dari sebuah dewa, maka penjaga gerbang neraka akan memakan jiwa dari manusia tersebut, tetapi jika dapat melwati ujian penimbangan tersebut maka jiwa manusia tersebut akan di antarkan untuk bertemu dengan osiris, ketiak telah bertemu ia akan di bacakan empat puluh dua dosa besar untuk sidang jiwa manusia tersebut yang di awali dengan jiwa manusia tersebut diawal mengakui sumpahnya bahwa ia tidak melakukan dosa.

“Kemiripan yang tidak mirip”

Ketika mendapatkan wawasan ini saya langsung terpikirkan pada alam barzakh dalam islam yang dimana adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat, barzakh menjadi tempat persinggahan “sementara” jasad makhluk sampai dibangkitkannya pada hari kiamat, penghuni barzakh berada di tepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan), menurut syariat Islam di alam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para Malaikat Munkar dan Nakir (jika pada kitab mesir kuno di atas Maat & ajudannya), sedangkan ada pendapat lain ada yang mengatakan jika yang mereka datangi adalah orang mukmin yang diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama Mubassyar dan Basyir (jika pada kitab mesir kuno di atas osiris dan ajudannya yang dimana dia diberkati), di dalam islam di jelaskan bahwa kita akan ditanya siapa “Siapa Tuhanmu?” “Apa agamamu?” “Siapa lelaki yang diutus kepadamu?” “Siapa yang mengajarimu?”, menurut prespektif saya ketika kita menjawab yang lain selain allah maka kita akan menuju surga dari masing masing yang kita sebutkan, karena dalam agama hindu dijelaskan oleh sri krisna kemana kita akan pergi setelah kematian tergantung siapa yang kita sembah, ketika kita menyembah buta maka kita akan pergi kepada surga buta, ketika kita menyembah dewa maka kita akan pergi kepada surga dewa, ketika kita menyembah sang maha tunggal ketika iya bilang aku (yang dimaksud adalah aku inti dari kehidupan sri krisna) yang ada pada dalam badannya yaitu yang segala pemiliki nama dan maha segalanya, dan kita akan kembali kepadanya, tetapi masih banyak yang salah kaprah bahwa yang dimaksud aku adalah sri krisna, ini sama seperti ajaran pharaoh diatas yang membuat ketakutan untuk menyembah sosok makanya terdapat dua puluh satu portal dewa dewi, itu dimaksudkan untuk mengirim orang orang yang tidak menuju ke hyang tunggal maka akan terhenti perjalanannya dan masuk kepada salah satu portal, apakah semua informasi diatas valid ?? Wallahu a’lam yang berarti “Dan Allah Mahatahu/Maha Mengetahui atau Lebih Tahu” , jika pengetahuan di atas tidak dapat di pahami, maka kajilah diri lebih dalam lagi dan anggap semua yang telah dibaca pada artikel diatas hanya sekedar tamabahan informasi saja.

“Support terus website ini agar sang Mpu selalu update dengan cara like, comment, dan subcribe via email agar selalu update mengetahui wawasan yang baru muncul dalam website ini, Sekian artikel ini ditulis, semoga memberi manfaat dan pengetahuan bagi pembaca serta yang membutuhkan, jika dirasa artikel ini berguna dan menarik silahkan sebarkan dalam media sosial.”